Keputusan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi bukanlah keputusan yang ringan untuk diambil. Perlu persiapan dan pertimbangan matang sebelum mengambil langkah tersebut. Terlebih lagi apabila Anda ingin melanjutkan studi S2 setelah beberapa tahun bekerja, tentu Anda perlu mempertimbangan berbagai faktor seperti reputasi kampus, program studi yang akan dipilih, jam kuliah, hingga biaya kuliah.

Pun saya saat dulu akan memilih untuk melanjutkan studi S2. Awalnya saya mengincar beasiswa di kampus luar negeri dengan program full-time agar saya bisa fokus ke studi saya. Namun seperti kata pepatah “malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih”, saya gagal mendapatkan beasiswa yang saya incar walau sudah berkali-kali mencoba. Tapi saya tidak patah arang dan tetap bertekad untuk melanjutkan S2 walaupun dengan biaya sendiri.

Kuliah dengan biaya sendiri tentunya berbeda pertimbangannya dengan beasiswa, apalagi dengan tabungan yang terbatas seperti saya. Saat saya memutuskan kuliah dengan biaya sendiri, mau tidak mau saya tidak bisa mengambil program reguler atau full-time, karena saya harus tetap bekerja untuk menjaga pemasukan demi membayar biaya kuliah dan menjaga dapur tetap ngebul. Setelah mempertimbangkan beberapa pilihan, akhirnya saya memutuskan untuk berkuliah di SBM ITB Kampus Jakarta dengan program studi Business Leadership Executive MBA (BLEMBA). Alasan saya memilih BLEMBA ketimbang kampus dan program lain akan kita bahas di lain waktu, pada artikel kali ini saya akan membahas kesan saya setelah kurang lebih satu tahun berkuliah di BLEMBA SBM ITB.

SBM ITB didirikan pada tahun 2003 di Bandung. Pada awalnya, SBM ITB diinisiasi oleh beberapa dosen ITB jurusan Teknik Industri. Pada tahun 2007, SBM ITB membuka kampus baru di Jakarta. Saat ini SBM ITB Jakarta berlokasi di Menara Indorama, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. BLEMBA adalah salah satu program paling tua dan paling favorit di SBM ITB Kampus Jakarta. Seperti tertulis di namanya, BLEMBA adalah program MBA Eksekutif, artinya perkuliahan dilakukan di luar jam kerja normal. Selain itu BLEMBA juga disasar untuk para profesional yang sudah berpengalaman di bidangnya masing-masing. Keberagaman latar belakang dan pengalaman murid dan dosen menjadi daya tarik dan keunggulan program BLEMBA dibanding program lainnya. Setiap tahun SBM ITB Kampus Jakarta membuka dua kali pendaftaran, pada semester genap dan semester ganjil. Untuk informasi lebih lengkap mengenai SBM ITB Kampus Jakarta, Anda bisa membuka tautan berikut: MBA Jakarta Kampus FAQ.

Saya mulai berkuliah di SBM ITB pada bulan Januari tahun 2020 dan bergabung di BLEMBA angkatan ke-27, sayangnya baru beberapa bulan masuk kuliah, pandemi COVID-19 menyerang dan menyebabkan semua perkuliahan tatap muka diberhentikan dan diganti menjadi kuliah online. Namun demikian, saya sempat mengalami kuliah secara tatap muka sehingga bisa memberikan kesan saya terhadap perkuliahan di SBM ITB Kampus Jakarta, khususnya jurusan BLEMBA.


FASILITAS KAMPUS

SBM ITB Kampus Jakarta terletak di Menara Indorama lantai 12, letaknya cukup strategis di tengah kota sehingga mudah untuk dicapai.

Di SBM ITB Jakarta terdapat beberapa ruangan kelas dan auditorium yang digunakan untuk kegiatan perkuliahan. Karena kelas BLEMBA 27 yang cukup besar (64 orang), saya baru pernah menggunakan satu ruangan yaitu auditorium Henk Uno yang merupakan ruangan terbesar. Di auditorium ini terdapat 2 proyektor di kanan dan kiri, 1 TV untuk dosen, seperangkat PC untuk dosen, dan papan tulis.

BLEMBA 27 class after Business Ethics lecture with Pak Ucok (Ir. Abdul Hamid Batubara, MBA)

Selain ruangan kelas dan auditorium, terdapat juga beberapa meeting room dan area diskusi diskusi di lorong kampus. Seperti kampus pada umumnya, terdapat pula perpustakaan yang menyediakan beberapa buku referensi. Koleksi yang ada di perpustakaan kampus Jakarta ini tidak begitu lengkap, karena ukuran perpustakaannya pun sangat kecil. Namun selain perpustakaan fisik, terdapat juga perpustakaan digital, akses ke beberapa jurnal internasional, dan akses ke arsip tugas akhir milik senior-senior di kampus Jakarta sebelumnya.

Fasilitas lain yang juga diberikan ke mahasiswa adalah lisensi beberapa aplikasi seperti Office365. Setiap hari perkuliahan juga disediakan makan siang yang lumayan enak walaupun berbentuk nasi kotak.

TEMAN KULIAH

Saya cukup beruntung memilih program studi BLEMBA karena teman kuliah yang satu kelas semua sudah memiliki pengalaman kerja dan cukup mumpuni di bidang masing-masing. Ini membuat setiap case study dan diskusi menjadi kaya insight dunia nyata. Hal yang berbeda dialami kawan saya yang mengambil program YP (Young Professional) yang banyak berisi fresh graduate, diskusinya tidak sekaya di BLEMBA.

Teman-teman sekelas bisa dibilang semuanya kooperatif, bisa bekerja sama, bertanggung jawab, dan saling menghormati. Pergaulan pun berlangsung cukup akrab dan cair, dengan beberapa kelakar yang terlontar. Saat ada tugas kelompok pun semua menunjukkan usaha untuk bisa berkontribusi aktif.

DOSEN

Berbicara tentang dosen, tentunya kualitas dosen ITB tidak diragukan lagi. Selain akademisi yang mengajar full-time, banyak juga profesional yang menjadi dosen maupun guest lecturer di sini. Beberapa dosen yang berasal dari kalangan profesional juga tidak main-main dan menjabat pada posisi penting seperti CEO maupun komisaris di perusahaan besar. Rata-rata dosen di SBM ITB lulusan luar negeri, walaupun tidak semuanya memiliki gelar S3.

Setiap dosen yang mengajar menunjukkan keilmuan yang dalam di bidang yang diajarkannya. Banyak insight dan pengalaman yang mereka bagikan kepada mahasiswa sehingga proses pembelajaran menjadi lebih membumi sesuai keadaan di dunia nyata, bukan hanya teori di buku. Dari sisi penyampaian materi, sejujurnya biasa saja, presentasi dan penjelasan.

PERKULIAHAN

Proses perkuliahan di SBM ITB dilakukan full Bahasa inggris, jadi kalau Anda ingin berkuliah di sini, sebaiknya persiapkan kelancaran cas cis cus dalam Bahasa Inggris. Proses perkuliahan sendiri bisa dibagi menjadi 3 bagian yaitu penyampaian materi, case study, dan ujian. Sebagian besar mata kuliah menitikberatkan pembelajaran melalui case study, walau tidak semua ada case study, mata kuliah accounting misalnya. Saat pembahasan case study, biasanya mahasiswa dibagi kedalam kelompok-kelompok yang sudah mempersiapkan materis case study sebelumnya. Kelompok-kelompok ini akan mempresentasikan isi case study serta memimpin jalannya diskusi.

Keaktifan adalah hal yang penting dalam perkuliahan di SBM ITB, tidak jarang mata kuliah memberi porsi yang besar dalam penilaian keaktifan dan partisipasi, bahkan hingga 25% dari total nilai. Namun keaktifan yang dicari bukan asal komentar atau curhat yang tidak menambah pengetahuan rekan lainnya ya, yang seperti itu tidak dinilai. Yang dicari adalah komentar atau pertanyaan yang menggali materi lebih dalam atau memperkaya sudut pandang dari kasus yang sedang dibahas. Mendapatkan nilai keaktifan ini cukup sulit apalagi di kelas yang cukup besar seperti di BLEMBA.

MATERI PENDUKUNG

Saat kuliah S1 dulu, saya mendapat banyak sekali buku (pinjaman) dari kampus, setiap mata kuliah pasti ada bukunya, kadang lebih dari satu, dan tebal-tebal sekali. Di SBM ITB, saya tidak mendapatkan buku, hanya diberikan modul yang isinya print out case dan bacaan yang dijilid menjadi satu. Selain itu ada juga case dan buku yang berbentuk soft copy.

BEBAN KULIAH

Bagian ini mungkin yang paling penting untuk Anda tahu. Beban kuliah S2 itu lebih berat dari S1, apalagi kalau mengambil kelas eksekutif yang membuat Anda masih memiliki tanggung jawab harian di tempat kerja.

Beban pertama tentu karena banyaknya kasus yang perlu dibaca sebelum kuliah. Rata-rata bacaan setiap kasus panjangnya beberapa belas halaman. Untungnya tidak semua case dan tidak semua buku wajib dan perlu dibaca, cukup yang akan kita presentasikan saja. Tapi tentu lebih baik baca semua agar bisa ikut diskusi lebih baik. Satu lagi hal yang menyulitkan adalah karena adanya presentasi kasus yang harus dikerjakan secara kelompok. Di kelas eksekutif yang semua mahasiswanya memiliki pekerjaan harian, mengatur jadwal untuk mengerjakan tugas adalah hal yang menantang, sering kali kami perlu kerja kelompok sampai larut malam untuk menyelesaikan presentasi.

Kuliah di BLEMBA SBM ITB dilakukan hari Jumat-Sabtu-Minggu untuk mata kuliah 3 SKS dan Sabtu-Minggu untuk mata kuliah 2 SKS. Setiap hari kuliah dimulai jam 8 pagi dan selesai paling cepat jam 5 sore, kecuali bila hari minggu dan ujian take home, kadang jam 1 sudah selesai. Kuliah seharian tentu lumayan membebani pikiran dan membutuhkan konsentrasi yang tinggi. Belum lagi banyak sekali ilmu yang masuk yang artinya akan banyak juga yang akan terlupakan. Ujian biasanya ada setiap hari minggu, minggu pertama biasanya mid exam, sedangkan minggu kedua final exam untuk mata kuliah itu.


Demikian sedikit yang bisa saya bagikan mengenai kesan saya setelah satu tahun berkuliah di SBM ITB Kampus Jakarta. Sejauh ini saya cukup puas dan senang dengan ilmu yang saya dapat, walaupun memang karena kuliah online rasanya sedikit rugi karena interaksi tidak bisa maksimal. Saya masih merekomendasikan Anda untuk melanjutkan S2 di SBM ITB, walaupun kalau Anda masih bisa menunggu, lebih baik menunggu setelah pandemi selesai agar bisa mendapatkan manfaat perkuliahan secara utuh.

Kalau Anda memiliki pertanyaan tentang perkuliahan di SBM ITB Kampus Jakarta, silakan tinggalkan komentar.
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan ini.
Salam.

93 Comments

  1. Lestari Anissa P 3 January 2021 at 1:15 AM - Reply

    hii kak…
    untuk kuliahnya berapa lama ya untuk menyelesaikan kuliah s2 ini? dan bocor2in biaya dong kak hehe

    • Arfian 13 January 2021 at 2:02 PM - Reply

      Halo Lestari, kuliahnya ga lama kok, 1.5 tahun aja. Itu 3 semester + 1 semester pendek.
      Untuk biayanya (tahun ini) kalau BLEMBA 30jt per semester, semester pendek 15jt, pendaftaran 10jt, jadi totalnya sekitar 115jt.
      Untuk program lain, yang reguler 20jt per semester, kalau double degree atau kelas internasional 40jt per semester.

    • Alfred 17 February 2021 at 5:21 PM - Reply

      terkait adanya Business case analysis yang harus disubmit saat pendaftaran, seberapa susah dan berpengaruhnya dalam mennentukan lulus atau tidak?ada bocaran business case -nya kah?
      Untuk perkuliahan dengan pengantar bahasa inggris, apakah semua mahasiswa yang ikut memiliki kemampuan bahasa inggris yang sama saat dikelas?
      Untuk pendaftaran yang dibagi 3 batch, jika gagal di batch 1, apakah msh bisa mendaftar di batch 3?

      • Arfian 30 April 2021 at 12:49 AM - Reply

        Hal Alfred, waktu jaman saya kayaknya ga ada business cas analysis tuh fred, mungkin ini baru ya karena proses online.

        Kemampuan Bahasa Inggris tentu tidak sama, karena ada yang S1 dari Inggris atau Amerika, atau yang kerja di perusahaan multinasional yang pasti Bahasa Inggrisnya lebih cas cis cus. Tapi seiring kuliah lama-lama lancar kok, terlatih juga. Dosen juga maklum kok kalau Bahasa Inggris mahasiswa kurang bagus, beberapa teman saya ada juga yang kalau ga tahu kata Bahasa Inggrisnya ya pakai Bahasa Indonesia aja.

        Untuk pendaftaran setelah gagal batch sebelumnya saya kurang tahu, harusnya sih boleh ya, tapi lebih jelasnya coba tanya ke admission deh
        Phone: +62215296868
        WhatsApp: +628122002242 (Text Only)
        E-mail: admission-jkt@sbm-itb.ac.id

  2. Diyanti rahayu 13 January 2021 at 9:26 AM - Reply

    Kak mau nanya dong.. itu kalau daftar s2 manajemen bisnis di ITB daftarnya di ITB bandung nya atau jakarta nya ya? Trus test masuknya sulit gak ya ??

    • Arfian 13 January 2021 at 2:06 PM - Reply

      Halo Diyanti, saya dulu daftarnya di websitenya SBM. Kamu bisa cek di link ini: https://www.sbm.itb.ac.id/academic-programs/mba/admission/
      Test masuknya ga sulit kok, hanya TOEFL/IELTS, TPA (tes potensi akademik), lalu wawancara. Wawancaranya ga susah, hanya ditanya motivasi lalu diminta diskusi case study dengan bahasa inggris. Diskusi case study ini selain untuk melihat skill bahas inggris dan penalaran kita, juga untuk gambaran bagaimana proses perkuliahan nantinya.

      • Aditya 14 March 2021 at 1:44 PM - Reply

        Halo Arfian, apakah boleh diceritakan wawancara case studynya seperti apa? Dan poin penilaiannya apa aja?

        Thanks

        • Arfian 30 April 2021 at 12:28 AM - Reply

          Hi Aditya, untuk case studynya waktu saya dulu kita ada 5 orang. Awalnya disambut oleh tim admission dan diminta isi formulir. Setelah itu tim admission keluar dan masuk dosen pewawancara. Nah dosennya lalu membagikan kertas case, saya lupa berapa halaman, sepertinya 3 halaman. Lalu kita diberi waktu untuk baca case itu. Setelah itu kita diminta ceritakan singkat tentang isi casenya. Terus dosennya akan memberi satu pertanyaan, dan masing-masing kita diminta pendapatnya.

          Untuk poin penilaian saya terus terang kurang tahu karena ga diumumkan nilainya, tahu2 pengumuman lulus aja.

      • Samsinar 25 March 2021 at 8:32 AM - Reply

        hi kak, jika sudah punya hasil test TOEFL apakah masih harus tetap test TOEFL lagi?

        • Arfian 30 April 2021 at 12:17 AM - Reply

          Halo Samsinar, info yang pernah saya dapat dari kampus, per tahun lalu harus pakai TOEFL yang dari SBM ITB, ga boleh pakai yang dari luar. Tapi untuk pastinya coba tanya ke orang admission deh (Mbak Maya).

      • Innovator 17 April 2021 at 10:27 PM - Reply

        Selamat malam Pak.Salam kenal nama saya Inno. Baru saja diterima di Blemba utk Aug 2021.Bisa share lebih lanjut Pak untuk silabus dan buku2 yang akan dipakai untuk kuliah.Terimakasih

        • Arfian 29 April 2021 at 11:52 PM - Reply

          Halo Inno, selamat atas diterimanya di program BLEMBA :D
          Untuk silabus dan buku-buku biasanya akan dikirimkan oleh bagian akademik di awal semester.
          Tapi saya ngerti pasti kamu antusias ingin mulai lebih dulu ya, saya pun dulu begitu.
          Nah untuk semester 1 biasanya pelajarannya ada 4 yaitu business ethics, operations, accounting, dan marketing.
          Untuk bukunya saya ga bisa share, lagi pula ketimbang buku, pembelajaran di BLEMBA lebih banyak menggunakan case, jadi saran saya tunggu saja sampai case dibagikan oleh pihak akademik, karena beda dosen beda tahun bisa beda case yang digunakan.

  3. Kusuma 1 February 2021 at 10:10 PM - Reply

    Kak mau tanya kakak S1 nya jurusannya apa sih? Soalnya saya niat melanjutkan S2 SBM ITB tapi jurusan saya itu Teknik Kimia. Menurut kakak bisa gak yah mengikuti nantinya?

    • Arfian 30 April 2021 at 12:55 AM - Reply

      Hi Kusuma, saya S1-nya jurusan IT. Program MBA bebas kok S1 jurusan apa aja, teman kelas saya ada yang dari IT, psikologi, farmasi, dll.
      Mengikuti bisa banget kok, saya aja bisa, kamu pasti bisa juga. Asal sediakan waktu aja buat belajar.

  4. Monic 3 February 2021 at 8:13 AM - Reply

    Berarti kalo jadwal kuliahnya full gitu ga bisa sambil kerja ya ka

    • Arfian 30 April 2021 at 12:53 AM - Reply

      Halo Monic, ga bisa Monic, teman saya ada yang coba nyambi kuliah online sambil kerja aja ga kepegang… Harus bener2 fokus. Lagian sayang juga ya udah bayar mahal-mahal tapi dosen jelasin malah ditinggal kerja. Mendingan izin aja ke kantor atau ambil cuti agar kuliahnya fokus ilmunya juga dapet optimal.

  5. Cinrib 4 February 2021 at 4:58 PM - Reply

    Halo kak, thankyou uraiannya bagus skali. mau nanya dong, utk sbm ada program beasiswa apa aja yaa biar biayanya lbh enteng ? Trims

    • Arfian 30 April 2021 at 12:52 AM - Reply

      Halo Cinrib, nah tentang beasiswa ini saya pernah dengar, tapi setahu saya harus masuk dulu, ga bisa dari semester 1, tapi lebih jelasnya coba kamu tanyakan ke bagian admission deh
      Phone: +62215296868
      WhatsApp: +628122002242 (Text Only)
      E-mail: admission-jkt@sbm-itb.ac.id

  6. Tika K 18 February 2021 at 5:56 PM - Reply

    Salam, mau tanya kalau utk program MSM ItB apa kampusnya itu di Bandung? Atau ada jg di Jakarta ya?

  7. Gilang 19 February 2021 at 9:12 PM - Reply

    Hi Mas Arfian,
    Thank you for sharing. This convinced me to choose SBM ITB as my next university for my magister degree.

    So I have a question regarding the application process. When you applied at SBM ITB, are you asked to submit the statement of purpose (SoP) form ? Do you have any tips to fill that SoP form ? better use Bahasa or English ?

    thank you

    • Arfian 30 April 2021 at 12:37 AM - Reply

      Hi Gilang, that’s great to hear. SBM ITB is a great school.

      There is some kind of a statement of purpose letter that SBM ITB asked us to submit. The title and instruction was in Bahasa Indonesia, so I submitted using Bahasa Indonesia.

      Here is the brief for the statement of purpose:
      PERNYATAAN TUJUAN
      Tulis dalam lembar ini, pernyataan tujuan (statement of purpose) Saudara yang berisi tentang alasan, harapan, dan rencana pendidikan dalam mengikuti program magister, serta rencana pekerjaan dan profesi Saudara di masa mendatang, yang dapat membantu tim seleksi dalam mengevaluasi persiapan dan kemampuan Saudara untuk mengikuti program magister.

      When I made mine, I divided mine into several parts, the first part contains a brief introduction of myself and my background, I then continues to describe on why I want to pursue a magister degree. On the second part I tell about why I chose ITB and what I hope to get in my study. And on the last part I explain about what I think the challenges will be for me to take and finish this program, and how I am going to manage it. Lastly, I close the letter with a brief of what I am planning to do after I finish the program.

  8. aleq 3 March 2021 at 8:25 AM - Reply

    hai kak boleh minta kontak wa nya?
    kira2 apa aja yang ngebedain materi dari bedanya jurusan di sbm itb?

    • Arfian 30 April 2021 at 12:33 AM - Reply

      Halo Aleq, jangan WA ya, soalnya takut saya terganggu, lagi sibuk kerja euy. Di sini aja atau via LinkedIn saya boleh. Di blog ini kemarin-kemarin sedang jarang saya cek karena sibuk thesis, tapi kedepannya akan sering saya cek lagi karena udah selesai thesisnya.

      Beda materi tiap program saya kurang tahu juga. Tapi saya kebetulan dapat lungsuran presentasi dari senior yang kelas ENEMBA (energy MBA), kalau judul pelajarannya sama, materinya sama kok. Memang untuk program berbeda silabusnya akan berbeda, misalnya saya dapetnya financial management, teman-teman di energy MBA dapetnya financing energy project. Beda judul pelajaran otomatis isinya juga aa perbedaan.

  9. Dedy S 18 March 2021 at 10:23 AM - Reply

    Kak mau nanya.. untuk kelas Reguler SBM ITB itu full bahasa inggris atau bahasa Indonesia ya? Nuhun kak

  10. Leanpuri 18 March 2021 at 4:29 PM - Reply

    Mas sayarenacana mau ambil yang Entrepreneurship,Mengenai biaya apakah sama dengan BLEMBA? Thankyou

  11. Hasbie 23 March 2021 at 10:46 PM - Reply

    Hi kak nice story thanks! apakah bisa daftar blemba dengan pengalaman hanya 1.5y (vs. 3y sesuai persyaratan)? kalo ditambah dengan program magang2 sebenarnya bisa aja hampir 3y. thanks!

    • Arfian 30 April 2021 at 12:19 AM - Reply

      Hi Hasbie, not really sure, tapi coba aja, atau coba kamu tanya dulu deh ke pihak kampus, mereka welcome kok menjelaskan.
      Phone: +62215296868
      WhatsApp: +628122002242 (Text Only)
      E-mail: admission-jkt@sbm-itb.ac.id

  12. I ketut Suweca 27 March 2021 at 10:34 AM - Reply

    Terima kasih, Mas Alfian. Ulasan yang sangat berguna.
    Sama dengan Mas Alfian, anak saya yang kedua awalnya ingin sekali meneruskan studinya di Inggris, tetapi tidak berhasil meski sudah dua kali ikut test. Akhirnya ia memiliki bekerja sambil kuliah di ITB Jakarta yang mulai belajar Agustus 2021. Terima kasih.

    • Arfian 30 April 2021 at 12:16 AM - Reply

      Salam Pak Ketut, salut dengan anak bapak yang tidak menyerah pak. Tidak apa-apa kalau belum jalannya ke Inggris, kita cari jalan lain.

  13. I Ketut Suweca 27 March 2021 at 10:36 AM - Reply

    Maaf, saya sudah salah ketik nama, Mas Arfian.
    Semoga sukses studinya ya.

    • Arfian 30 April 2021 at 12:15 AM - Reply

      hehe iya gpp, sering saya alami, derita nama susah… sukses ya pak ketut

  14. Trian 2 April 2021 at 4:56 PM - Reply

    Halo kak, untuk wawancaranya sekarang kan online yah apa tetap dalam 1 kelompok atau 1 on 1? Case studynya waktu itu tentang apa kak?

    • Arfian 30 April 2021 at 12:14 AM - Reply

      Halo Trian, terus terang saya kurang tahu nih proses interview sekarang seperti apa, jadi ga bisa jawab, maaf ya. Kalau case study saya dulu spesifiknya saya ga bisa kasih tahu karena itu confidential dari kampus, tapi topiknya itu tentang keputusan perusahaan untuk mengubah bisnis model.

  15. Jordy 7 April 2021 at 6:50 AM - Reply

    Halo pak arfian, mau tanya, untuk kelas khusus yang sabtu – minggu saja, hari minggu nya dari jam berapa sampai jam berapa ya ?

    Terima kasih

    • Arfian 30 April 2021 at 12:10 AM - Reply

      Halo Jordy, setahu saya kelas yang Sabtu-Minggu seperti ENEMBA itu sama seperti BLEMBA, dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Bedanya ENEMBA kelasnya setiap minggu, kalau BLEMBA 2 minggu sekali karena ada hari Jumat. Oh ya, kalau Minggu itu kadang hanya setengah hari, karena sisanya itu untuk ujian, walau ujiannya take home pun kuliah tetap hanya setengah hari.

  16. Jesmine 9 April 2021 at 3:02 PM - Reply

    Salam kenal bapak, program BLEMBA ini sprtinya memang utk yg udah expert ya? jika blm ada, apa kira2 bisa masuk seleksi…apa salah satu teman sekelas bapak ada yg blm ada bidang khusus tapi mengikuti program s2 BLEMBA ini? dan untuk seleksi interview, bisa tolong membagi tips pak..? terima kasih

    • Arfian 30 April 2021 at 12:08 AM - Reply

      Hi Jesmine, BLEMBA ga harus expert kok, tapi harus punya pengalaman kerja setidaknya 2 tahun. Nah jadi kalau sudah pernah kerja 2 tahun, walaupun belum expert bisa kok masuk. Bagusnya program BLEMBA itu mahasiswanya dari berbagai background ilmu dan keahlian, jadi kalaupun belum bisa dibilang expert, tidak masalah, justru malah bisa belajar dari teman-teman yang lian.

      Untuk interview tipsnya sih latihan reading sama speaking aja, terutama speaking perlu lancar, karena akan ada diskusi dengan dosen pewawancara dengan full english. Kuliah nanti kan juga full english, jadi ga ada salahnya latihan reading dan speaking.

  17. Fachri 11 April 2021 at 8:09 PM - Reply

    Hi Kak,
    Saya tertarik untuk join MBA program ini tetapi terkendala lokasi kerja (Lampung) yang ga “remote” banget dari Jakarta tapi tetap butuh ekstra effort hehe
    1. Apakah ada kolega Kak Arfi yang domisili luar Jabodatabek?
    2. Untuk kuliah yang hari Jumat, gimana cara handle-nya ya dari perspektif kak Arfi – sedangkan yang kita tau umumnya hari kerja di Indonesia masih Senin-Jumat.
    3. Mungkin ada info insider hehe, kira kira post-covid apakah kelas online tetap ada tau balik lagi ke tatap muka full?

    Thanks kak.
    Salam, Fachri.

    • Arfian 30 April 2021 at 12:04 AM - Reply

      Halo Fachri, kalau teman kelas saya di BLEMBA semuanya tinggal di Jabodetabek, ada sih yang di Cilegon, tapi dia kalau kuliah pulangnya ke BSD. Kalau kamu dari Lampung agak berat ya kalau bolak-balik, apalagi kuliah mulainya pagi jam 8. Kalau mau niat mungkin bisa kost di Jakarta, jadi Kamis malam kamu ke Jakarta, Minggu malam balik ke Lampung, itu pun kalau kamu kuat begitu terus setahun lebih…

      Untuk hari Jumat saya sarankan bilang teru terang ke kantor, minta izin bahwa akan kuliah. Biasanya respon kantor akan antara dua, mengizinkan ga masuk, atau disuruh potong cuti. Saya ga menyarankan sembunyi-sembunyi madol kantor untuk kuliah, karena kemungkinan ga bisa. Saat kuliah online pun ada teman yang coba nyambi meeting online dan ga kepegang. Selain itu di BLEMBA kalau kamu absen 5 sesi (1 hari kuliah jam 8-5 itu 5 sesi), kamu akan otomatis fail mata kuliah itu, jadi harus pastikan bisa kuliah di hari Jumat.

      Setahu saya, sampai akhir 2021 kebijakan kampus masih kuliah online, belum ada kabar kembali kuliah tatap muka.

  18. Edo 16 April 2021 at 3:05 PM - Reply

    Hi Arfian, thanks for sharing this information. Kalo dari pendapat Arfian lebih baik pilih program BLEMBA atau Executive MBA? Dan apakah ada tips khusus untuk melewati fase wawancara?
    Terima kasih.

    • Arfian 29 April 2021 at 11:57 PM - Reply

      Halo Edo,
      Saya kurang ngerti pertanyaannya, karena kan BLEMBA itu ya Executive MBA, kan BLEMBA kepanjangannya Business Leadership Executive MBA.
      Untuk melewati wawancara di SBM ITB tidak perlu persiapan terlalu sulit, karena interviewnya lebih ke pengenalan program dan simulasi case discussion. Jadi kalau mau ada persiapan, mungkin latihan reading dan speaking Bahasa Inggris ya, karena saat interview itu akan ada ngobrol dengan dosen interviewernya, membaca dan memahami case, juga berdiskusi tentang isi case itu.

  19. Meta 17 April 2021 at 12:40 PM - Reply

    Halo ka arfian,
    Saya mau tanya, kuliah hari jumat itu kalau masih kerja, berarti harus cuti kerja ya. Apa setiap jumat tidak kerja ka?

    • Arfian 29 April 2021 at 11:54 PM - Reply

      Halo Meta,
      Iya kuliah hari Jumat harus cuti atau izin karena kuliahnya seharian dari jam 8 sampai jam 5 sore. Kalau saya dulu kebetulan diizinkan kantor ga potong cuti, tapi teman-teman saya banyak juga yang terpaksa memakai jatah cutinya.

  20. Ando 9 May 2021 at 7:17 PM - Reply

    Hi Pak Arfian,

    Grateful that I found your blog. My name is Ando, I am a holder of law degree and now working as a lawyer. I am planning to pursue my master degree at BLEMBA SBM ITB Jakarta. When in law school as well as at work, I learned and practicing business law (not the business or anything relating to business leadership whatsoever), do you think it will be twice harder for me to follow the learning process at BLEMBA school? (I’m planning to take the Friday-Sunday classes because I also need to work). Further if you do not mind, could you please let me know what were the subjects being taught at BLEMBA during your study there? Thanks in advance.

    • Arfian 12 May 2021 at 7:21 PM - Reply

      Hi Ando, nice knowing you. I am happy if this blog can be of help.
      I felt the same way as you did, in fact, quite a few of BLEMBA student are like us, those who is in the supporting role of the business such as IT or HR. I honestly felt that it is not hard to follow the lessons since all the lessons are fairly basic and the lecturers know that most of the student are not that familiar with the material. A large part of the curriculum is case study, and you can understand most of it with logic alone.
      For the subjects, you can refer to SBM ITB website, they list it there https://www.sbm.itb.ac.id/academic-programs/mba/jakarta-campus/business-leadership-executive-mba/

  21. Lita 26 May 2021 at 4:14 PM - Reply

    Halo Mas Arfian,

    Terima kasih sharingnya, boleh tanya bagaimana efeknya setelah mengikuti kuliah BLEMBA dalam pekerjaan Mas Arfian sekarang? Apakah aplikatif dan mambantu karir?

    • Arfian 2 June 2021 at 10:27 AM - Reply

      Halo Lita, pekerjaan saya saat ini product manager di salah satu startup. Karena bukan top management, jadi memang agak terbatas aplikasi ilmunya. Namun demikian, tentu ada bagian-bagian yang bisa dibawa ke pekerjaan sehari-hari, misalnya analisa menggunakan porter 5 forces, analisa dengan VRIO, people management, 4P dalam marketing, inovasi, dll. Walau mungkin tidak plek-plek bisa menerapkan ilmunya atau langsung naik jabatan, tapi pasti ada bits and pieces yang naik level sebelum ambil MBA.

  22. Abu Zaid 30 May 2021 at 4:32 PM - Reply

    Kak,

    Blh mnta saran Kah?
    Saya lulusan kampus swasta teknik elektro akreditasi C,
    Masih bsa masuk Kah?
    Dan apakah Bisa kelas karyawan ?

    Thanks

    • Arfian 2 June 2021 at 10:23 AM - Reply

      Halo Abu Zaid, setahu saya untuk masuk SBM ITB tidak ada batasan atau syarat kampus, asal punya ijazah S1 dan lulus tes harusnya diterima. Jadi silakan saja mendaftar. Kalau mau kelas karyawan, di SBM ITB Jakarta adanya kelas weekend, bukan kelas malam, jadi kelasnya itu haru Jumat (full day), Sabtu (full day), dan Minggu (kadang half day).

  23. Uye 7 June 2021 at 5:22 AM - Reply

    Halo kak,
    Jdi tes mba itb nanti tes bahasa Inggris, tpa, dan wawancara aja untuk semua peminatan?

    Ada tips khusus gk kak?
    Mau daftar nih dan pengen banget keterima disana

    • Arfian 20 June 2021 at 1:54 PM - Reply

      Iya Uye, setahu saya itu saja testnya.
      Tipsnya sering2 latihan TOEFL sama TPA aja agar lancar dan ga grogi waktu tes.

  24. Mala 12 June 2021 at 12:31 AM - Reply

    Pak arfian…ada rekomendasi ngga tempat belajar b inggris utk persiapan pendftrn tahun depan?

    Makasih :)

    • Arfian 20 June 2021 at 1:53 PM - Reply

      Halo Mala,

      Wah saya belum ada tempat kursus bahasa inggris yang endorse nih :p hahaha

      Yang dicari untuk lulus tes atau untuk lancar kuliah?

      Kalau untuk lulus tes bisa belajar untuk TOEFL aja, bisa di internet, beli buku, atau ikut kursus, banyak kok resource untuk belajar TOEFL.

      Nah kalau untuk lancar kuliah, kamu perlu lancar keseluruhan baik reading, writing, speaking, dan listening. Supaya lancar caranya dengan latihan sesering mungkin, misalnya membaca buku atau artikel berbahasa inggris, menonton film dengan subtitle bahasa inggris, atau menonton film tanpa subtitle.
      Semoga sukses ya tahun depan :)

  25. Maya 20 June 2021 at 10:11 PM - Reply

    Halo Kak Arfian. Mau tanya dong, misalnya saya sudah lulus dari S1 tahun 2014 dan kurang lebih sudah bekerja sekitar 5 tahun, Tapi apakah bisa mendaftar untuk “Young Professional MBA” atau karena sudah pengalaman kerja jadi harus ke BLEMBA ya? Rencananya ingin ikut beasiswa, tapi beasiswa yang ada tidak membiaya kelas karyawan sehingga harus ambil kelas reguler, sedangkan kalo melihat BLEMBA lebih ke kelas eksekutif/karyawan ya . Terima kasih

  26. Dimas 29 June 2021 at 11:16 PM - Reply

    Haloo kak, izin bertanya, saya dari jurusan kedokteran punya niatan untuk melanjutkan ke MBA apakah menurut kakak worth it? Atau kakak punya pengalaman temen yg S1 dari jurusan kedokteran atau jurusan lain yg blm punya basic sama sekali, mohon advised nya kak, jujur saya tertarik untuk melanjutkan ke MBA

    • Arfian 26 October 2021 at 2:13 PM - Reply

      Halo Dimas, saya terus terang kurang tahu dampak gelar MBA di profesi kedokteran, karena biasanya kalau dokter mau ke management kan ambilnya kuliah MARS ya kalau tidak salah. Namun kata salah satu dosen sih pernah ada dokter yang masuk BLEMBA, tapi saya tidak tahu siapa orangnya dan alasannya.
      Kalau concernnya lebih ke dasar ilmu bisnis yang belum ada sehingga khawatir tidak bisa mengikuti diskusi di perkuliahan, berdasarkan pengalaman saya hal itu tidak perlu dikhawatirkan, karena sebelum mulai kelas kan kita diberikan buku dan case yang bisa dipelajari, lalu di kelas pun dosen akan menjelaskan teori dasarnya lagi, sehingga walau belum ada dasar bisnis pun masih bisa mengikuti.

  27. Azkal 4 July 2021 at 10:01 PM - Reply

    Izin bantu jawab pertanyaan untuk business case analysis, point penting nya adalah plagiarism nya harus dibawah 30 %. Jadi nanti di kasih case dalam bahasa inggris, hasil analisa kita klo bisa kata per kata tidak sama plek dengan artikel case yang diberikan. (pengalaman ikut batch 1 dan ternyata ga lolos hhe)

    Semoga membantu :)

    • Arfian 26 October 2021 at 2:09 PM - Reply

      Terima kasih mas Azkal, betul, tidak boleh terdeteksi sama lebih dari 30% berdasarkan tool yang dipakai tim library. Cara terbaik agar tidak lebih dari 30% adalah dengan menceritakan ulang dengan bahasa kita sendiri, jadi bukan sekedar parafrase.

  28. nicho 5 July 2021 at 11:36 PM - Reply

    hi pak arfian!
    thanks for sharing your experience! it’s really helpful, because iam planning to pursue my MBA degree in SBM ITB in the future. i want to ask something related to thesis if you don’t mind. Which one do you use, english or bahasa for the thesis? tbh, iam not quite confident in my english writing skill, still trying to make it better till now. Sorry if my English is bad
    Thanks in Advance!

    • Arfian 26 October 2021 at 2:19 PM - Reply

      Hi Nicho, as far as I know, all the thesis in SBM ITB have to be made in English. If you’re not confident now, maybe you will gain more confidence during the 1.5 years of study. I think your English isn’t too bad, you should have more confidence!

  29. Rud 26 July 2021 at 2:41 PM - Reply

    Hallo Kk. Story nya sangat menginspirasi sekali.. kebetulan saya rencana mau ambil SBM ITB tahun ini tetapi sayangnya saya melawatkan waktu pendaftaran gelombang July ini.. sebagai alternatif ada SB IPB yang masih buka pendaftaran.. apakah ada info tentang SB IPB dan apakah setara dengan SBM ITB?

    • Arfian 26 October 2021 at 2:16 PM - Reply

      Halo Rud, saya kebetulan kurang tahu tentang SB IPB dan perbandingannya dengan SBM ITB. Mungkin bisa dinilai sendiri dari beberapa faktor, misalnya dari mata kuliahnya, dosennya, lulusannya, dll.

  30. Inno 1 August 2021 at 9:45 AM - Reply

    Pak.Selamat pagi.

    Matakuliah semester 1 apa saja Pak? Saya baru akan kuliah di Blemba.

    Terimakasih Pak

    • Arfian 26 October 2021 at 2:05 PM - Reply

      Halo Inno, semoga tidak telat ya saya jawabnya. Untuk semester 1 di BLEMBA Kampus Jakarta mata kuliahnya ada 4 pelajaran:
      – Business Ethics, Law, and Sustainability
      – Operations
      – Accounting
      – Marketing

  31. Amanda 2 August 2021 at 7:51 AM - Reply

    Selamat pagi Kak Arfian, terima kasih banyak atas sharingnya yg sangat membantu! Rencananya saya akan mendaftar untuk bulan Januari nanti kak, di program YP, karena saya merupakan freshgraduate dari jurusan kimia. Untuk interview studycase nanti, apakah Kak Arfian memiliki saran sebaiknya saya mulai belajar dari mana? Terima kasih banyak Kak??

    • Arfian 26 October 2021 at 2:03 PM - Reply

      Halo Amanda, untuk study case saya terus terang tidak ada persiapan khusus, kalau mau mungkin bisa coba baca-baca contoh case dari Harvard Business School untuk membiasakan diri dengan formatnya. Namun kalau speaking Bahasa Inggris kamu masih kurang lancar, sebaiknya persiapan itu dulu.

  32. Aisyah Jati Putri Putri 16 August 2021 at 5:03 PM - Reply

    Halo Mas Arfian, thankyou in advance untuk sharingnya yang bermanfaat. Mau tanya kak, kalau kelasnya di hari jumat dari pagi pukul 08.00 s.d. 17.00 sedangkan setau saya sebagian besar mahasiswa/i BLEMBA itu adalah yg masih nyambi dengan bekerja, itu bagaimana ya?

    • Arfian 26 October 2021 at 1:59 PM - Reply

      Halo Aisyah, betul kuliah di hari Jumat itu full day, mahasiswa yang bekerja biasanya izin atau ambil cuti.
      Karena saat saya kuliahnya masih online, ada teman yang coba untuk kuliah sambil kerja di waktu yang sama, tapi akhirnya malah tidak fokus, jadi sayang tidak dapat ilmu kuliahnya.

  33. Bri 18 August 2021 at 3:10 PM - Reply

    Selamat sore mas Arfian, semoga mas Arfian selalu sehat dan berada dalam lindungan Tuhan. punten mas, apakah benar kita akan mendapatkan 2 gelar (M.A.B dan M.B.A) setelah lulus dari MBA ITB? Sebelumnya saya mencari info tentang MBA ITB, dan mendapati postingan facebook yang menyatakan hal tersebut.

    • Arfian 26 October 2021 at 1:57 PM - Reply

      Halo Bri, saya sih hanya dapat satu gelar Bri, mungkin itu terjemahannya saja ya?
      MBA = Master of Business Administration
      MAB = Master Administrasi Bisnis

  34. Verena 1 September 2021 at 3:48 PM - Reply

    halo mas arfian, terima kasih sharing pengalamannya.
    untuk jadwal perkuliahan BLEMBA itu kan 2 minggu sekali. Itu setiap minggu ke berapa aja ya mas?
    karena jadi pertimbangan di saya di finance terkait closing tiap bulan mas, untuk ijin nya.

    Terima kasih sebelumnya. :)

    • Arfian 26 October 2021 at 1:54 PM - Reply

      Halo Verena, untuk jadwal pastinya akan tergantung dari tim Akademik SBM ITB, jadi saya tidak bisa jawab. Tapi seingat saya sebelum kita mendaftar itu sudah bisa kok tanya jadwal hari, jam, dan pelajarannya, coba saja ditanya ke tim Admission untuk jadwal di semester yang diminati.
      Ohya, teman-teman saya di BLEMBA juga ada yang bagian Finance dan Accounting tapi mereka bisa kok ikut kuliah.
      Kalau terpaksa sekali tidak bisa ikut suatu kelas karena harus bekerja, bisa juga untuk mengambil kelas pengganti di semester berikutnya, salah satu teman saya ada yang seperti itu.

  35. Ashif Riady 20 September 2021 at 11:18 AM - Reply

    Halo Mas Arfi,

    Izin bertanya, untuk kegiatan perkuliahan sampai bisa mendapatkan SKL berapa lama? saya lihat linkedin Mas Arfi sudah lulus dari SBM ITB, dan untuk kelulusan apakah ada syarat wajib membuat thesis? Terima kasih.

    • Arfian 26 October 2021 at 1:50 PM - Reply

      Halo Ashif, iya saya sudah lulus di bulan April 2021 lalu :D
      Masa kuliah yang diprogramkan kampus itu 18 bulan (1.5 tahun), apabila belum selesai bisa tambah semester kok, tapi tambah biaya juga ya.
      Untuk bisa lulus wajib membuat thesis. Syarat lengkapnya: tidak boleh ada nilai C, IPK minimal 3.0, membuat tugas akhir (thesis), dan mempublikasikan artikel dari tugas akhir di jurnal/konferensi.

  36. Leo Candra Kirana 23 September 2021 at 5:36 AM - Reply

    Hallo ka arfian, salam kenal saya Leo.
    ka mau tnya, di website nya SBM ITB mengenai kelas aku liat ada EMBA (less then 3 years working experience)

    Monday until Thursday (18.30—22.00) apakah ini bener ada ? krna klo BLEMBA sprti kantor tidak akan izinkan saya utk izin potong cuti, lalu saya sudah ikut tes TPA Bappenas dan Tes ELPT ITB kmren nilai syukurnya lulus sesuai standart yg diminta, nah yg ingin saya tnya misal nanti lulus pada tahap wawancara, leo sempat baca beberapa komen dan kaka jawab trkait study case yang nantiny didiskusikan bernama pewawancaranya, utk materi study casenya yang diberikan nantinya dalam bentuk bahasa indonesia atau bagaimana ? krna jujur saya tidak terlalu aktif berbicara bahasa inggris, dan apakah hal itu bisa saja menyebabkan tidak ada kesempatan utk lulus dan menjadi mahasiswa SBM ITB Kampus Jakarta . Makasih ??

    • Arfian 26 October 2021 at 1:47 PM - Reply

      Hi Leo, program EMBA sepertinya hanya ada di kampus Bandung ya, di Jakarta seingat saya tidak ada. Saya cek di website SBM benar ada kok, untuk lebih jelasnya, coba langsung saja kontak ke bagian admission MBA ITB Bandung (Phone: +62222504308, WhatsApp: +6285159131123 (Text Only), E-mail: info@sbm-itb.ac.id).
      Tentang case study saat wawancara, itu dalam Bahasa Inggris Leo, seluruh interaksi saat wawancara itu pakai Bahasa Inggris. Saat perkuliahan nanti pun akan full English, jadi saran saya sebaiknya Leo latihan untuk memperlancar Bahasa Inggris. Namun saya kurang tahu juga kalau kurang lancar apakah jadi sebab tidak lulus seleksi atau tidak, yang pasti kalau kurang lancar akan sulit mengikuti proses perkuliahannya.

  37. firmansyah 21 October 2021 at 8:03 PM - Reply

    hallo ka mohon bantuannya saya mau tanya tanya langsung sma kaka. sya bener minta tolong banget. saya mau daftar fi itb tp masih bingung .
    tolong minta ping ke wa saya ya
    085221799992

    • Arfian 26 October 2021 at 1:35 PM - Reply

      halo Firman, saya WA ya

  38. Silvia 29 October 2021 at 7:49 PM - Reply

    Hallo Pak Arfian. Nice review. Really help me a lot to add insight to take my master degree in BLEMBA ITB :)
    I would like to register in Jan 2022 and start courses in Aug 2022.
    Honestly, I’m not good at writing in english. Do you think it will be impact to my study later?
    I just worry if task that given by the lecture is writing essay (in english) and I will be not good on it.

    About the task, is it mostly individual task (writing essay) or team task (case study & presentation)? Thank you.

    • Arfian 31 October 2021 at 11:23 AM - Reply

      Hi Silvia, happy to hear that you decided to join the MBA course at SBM ITB.
      To be honest, writing is a big part of the assignments, mostly for creating presentations and writing assignments and exams. Having said that, I think that the lecturers will grade you based on your ideas and answer, not really about the grammar or how eloquent you are in writing. You wrote your comment in English, so I think you’ll do just fine. As you do assignments, your writing skill will improve as well.

      The assignments are sometimes individual and sometimes group. Presentations are almost always a group task, while exams are mostly individuals. If I remember correctly, I had two exams that required us to make a group report, but on those exams, there is also an individual part that we must do by ourselves.

  39. Tita 13 November 2021 at 6:36 AM - Reply

    Hi Mas Arfian,

    Salam kenal, saya Tita.

    Saya berencana untuk register MBA di 2022, namun karena saya baru 8 bulan pindah kerja, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan.
    Untuk jadwal perkuliahan di hari Jumat, apakah rutin setiap 2 minggu sekali dalam 1 semester ?
    Bagaimana cara Mas Arfian manage waktu antara kerja dan sekolah ?
    Setelah dapat izin dari kantor untuk melanjutkan study, apakah ada hambatan dalam pekerjaan dan bagaimana cara Mas Arfian meyakinkan atasan bahwa study yang sedang dijalankan tidak akan mengganggu pekerjaan ?

    Thank you

    • Arfian 28 November 2021 at 10:46 PM - Reply

      Halo Tita, salam kenal.
      Kuliah di hari Jumat itu tidak selalu ada, tergantung kuliahnya berapa SKS. Kalau kuliah 3 SKS ada kuliah Jumat, tapi kalau 2 SKS hanya Sabtu dan Minggu saja kuliahnya. Untuk jelasnya coba saja kontak ke bagian admission SBM ITB dan minta dikirimkan jadwal perkuliahan semester ini.
      Untuk manage waktu lumayan panjang nih tipsnya, lengkapnya bisa dibaca di post ini ya: http://arfianagus.com/2021/tips-mengatur-waktu-kuliah-s2-sambil-kerja/
      Tapi intinya adalah jangan menunda-nunda. Kerjakan tugas segera, baca case segera, baca buku segera.
      Waktu saya kuliah untungnya tidak ada hambatan di pekerjaan mbak, karena dari kantor sudah tahu dan saya selalu mengingatkan ke atasan sehari sebelum saya kuliah kalau besok saya tidak masuk.

  40. Holis 16 April 2022 at 2:17 AM - Reply

    Hallo mas, interesting. Btw klo hari jumat kuliah di mulai dr jam berapa yah untuk blemba

    • Arfian 28 May 2022 at 7:16 PM - Reply

      Halo Mas Holis, kuliah setiap hari dimulai jam 8 pagi sampai jam 5 sore mas.

  41. Alam 24 June 2022 at 9:10 PM - Reply

    Wih seru sepertinya Mas Arfian,

    Kalau seandainya ambil MBA ITB untuk shifting karir menurut mas gimana? Apakah ada dari temennya yg terbantu dapat karir baru setelah selesai MBA? soalnya saya sekarang Field Engineer (exp 3 thn), mau ga mau harus resign kalau mau kuliah lagi, dan kebetulan udah nyiapin cukup dana untuk kuliah dan jadi unemployee selama 1.5-2 tahun hehe

    Sama ENEMBA dan BLEMBA ini masuknya MBA jenis apa ya konsentrasinya mas? Operation, Finance, Strategy atau mungkin yang lain?

    • Arfian 2 February 2023 at 9:23 PM - Reply

      Hi Mas Alam,
      Mengambil MBA untuk shifting karir memang alasan banyak orang untuk ambil MBA mas, terutama untuk pindah dari teknikal ke bisnis/managerial. Saya sendiri setelah MBA jadi bisa pindah karir dari IT ke konsultan bisnis.

      ENEMBA dan BLEMBA itu beda fokusnya, kalau BLEMBA itu lebih umum ilmunya, kalau ENEMBA ada beberapa pelajaran terkait energy yang tidak didapat di BLEMBA. Coba aja buka web SBM mas, bandingkan mata kuliahnya.

      Di MBA SBM ITB tidak ada konsentrasi seperti operation, finance, dll, semua sama.

  42. Sonia 11 October 2022 at 8:34 AM - Reply

    Halo kak, saya mau tanya beberapa hal terkait s2 di ITB. Apakah saya bisa lewat email?
    Saya ada rencana mau ambil s2 ITB semster ini

Leave A Comment

Arfian

Arfian Agus adalah seorang profesional di bidang teknologi dan inovasi digital dengan fokus pada transformasi digital, desain, dan pengembangan produk. Dengan pengalaman yang luas dalam memimpin proyek-proyek teknologi dan menyusun strategi inovasi, Arfian berkomitmen untuk membantu perusahaan beradaptasi dan berkembang di era digital.

Stay in the loop

Subscribe to our free newsletter.