Bisnis

SMART Prioritization

Dalam hidup, tak jarang kita dihadapkan pada beberapa pilihan yang terlihat sama menariknya, seperti akan liburan ke Bali atau ke Lombok, atau mau beli mobil Toyota atau Honda, atau makan bubur diaduk atau tidak diaduk. Untuk pilihan yang terakhir, sudah jelas bubur harus diaduk, namun untuk yang lainnya kadang kita bingung karena semua terlihat bagus dan menarik. Saat dihadapkan pada situasi seperti ini, biasanya kita mengandalkan feeling kita untuk memilih mana yang lebih menarik, tapi adakah cara yang lebih baik?

Dalam teori decision making, ada framework yang bisa kita gunakan untuk membantu menentukan pilihan atau prioritas dari beberapa alternatif yang ada, salah satu framework tersebut adalah SMART atau Simple Multi Attribute Rating Technique yang bila diterjemahkan secara bebas berarti teknik menentukan peringkat yang sederhana namun memiliki beberapa kriteria.

Menentukan prioritas menggunakan SMART membuat kita bisa memberikan penilaian yang kuantitatif terhadap alternatif yang ada. Dalam proses penilaiannya masih ada unsur subyektifitas, namun dengan penggunaan penilaian berupa angka lalu dikalkulasi secara matematis, bias subyektifitas dapat dikurangi. Selain itu SMART juga memungkinkan kita untuk menggunakan beberapa variabel dalam penilaian. Tentunya dengan bertambahnya variabel yang digunakan, perhitungan juga akan semakin rumit, maka tidak disarankan menggunakan terlalu banyak variabel.

Tahapan Dalam SMART

Untuk mempermudah dalam membayangkan proses SMART, kita ambil contoh kasus saat kita akan memilih calon pasangan alias mencari jodoh.

Dalam menentukan prioritas menggunakan SMART, ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan, yaitu:

  1. Ketahui siapa pengambil keputusannya.
    Dalam kasus cari jodoh, pengambil keputusannya bisa jadi Anda atau bisa jadi orang tua Anda.
  2. Ketahui apa saja pilihannya.
    Siapa saja calon yang Anda punya? Misal Anda laki-laki dan pilihan Anda adalah Cinta, Laura, Dewi, dan Sandra.
  3. Pilih kriteria apa saja yang relevan untuk penilaian.
    Untuk memilih jodoh biasanya orang Indonesia menilai dari sisi keturunan, pendidikan, pekerjaan, kecantikan, dan sifat. Ini kita anggap ada di sisi keuntungan (benefit).
    Sedangkan untuk meminang masing-masing pilihan tersebut, Anda perlu mengeluarkan biaya mahar. Ini kita anggap sebagai biaya (cost).
  4. Beri penilaian berupa angka pada masing-masing kriteria keuntungan.
    Misal Dewi adalah yang paling cantik, maka Anda beri nilai 100 pada kriteria kecantikan, sedangkan Laura yang menurut Anda kurang cantik Anda beri nilai 50.
  5. Berikan bobot untuk setiap kriteria, mana yang lebih penting.
    Misal pekerjaan sebenarnya tidak begitu penting, karena Anda sudah punya penghasilan yang cukup, maka pekerjaan bisa Anda beri bobot 1 saja, sedangkan sifat yang menurut Anda sangat penting, bisa Anda beri bobot 9.
  6. Hitung nilai berbobot untuk setiap pilihan
    Cara menghitungnya adalah dari nilai dikali bobot.
  7. Bandingkan keuntungan dan biayanya (cost vs benefit).
    Ada bisa membuat grafik sederhana dengan sumbu x berisi nilai keuntungan dan sumbu y berisi biaya.
  8. Tentukan pilihan Anda.
    Anda bisa mengambil pilihan dengan biaya rendah dengan keuntungan tinggi, atau biaya tinggi dengan keuntungan tinggi, atau biaya rendah dengan keuntungan rendah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *