Loading...
BisnisTeknologi

Clubhouse dan Sulitnya Mempertahankan Competitive Advantage di Tech Industry

Kamu pasti sudah pernah dengar tentang aplikasi Clubhouse kan? Aplikasi eksklusif yang dipakai semua orang-orang keren ber-iphone yang sempat hits banget beberapa bulan lalu. Apakah sekarang kamu masih mendengar tentang Clubhouse?

Itulah susahnya untuk bertahan di dunia teknologi. Awalnya clubhouse naik kencang karena eksklusivitas dan inovasi kontennya, namun ternyata tidak bertahan lama.

Saya tidak akan membahas kenapa Clubhouse akhirnya tenggelam, tapi yang ingin saya bahas adalah sulitnya mempertahankan sesuatu yang unik di duniat teknologi.

Andaikan sekarang Clubhouse masih berjaya, sampai berapa lamakah mereka sanggup bertahan?

Minggu ini beberapa aplikasi besar mulai meluncurkan fitur serupa Clubhouse. Spotify punya Greenroom, Facebook dan Twitter pun akan segera rilis fitur serupa.

Bayangkan Anda menjadi pembuat Clubhouse. Aplikasi yang Anda buat dan perjuangkan, dengan “mudah”nya ditiru oleh perusahaan besar. Dan bagi mereka itu hanya menjadi sebuah fitur tambahan.

Hal semacam ini memang bukan hal yang baru. Bukan hanya di dunia teknologi, di bisnis konvensional pun sering terjadi. Sering terdengar perusahaan besar membuat produk serupa dengan perusahaan kecil dan menawarkan harga lebih murah dengan kualitas lebih bagus sehingga perusahaan kecil gulung tikar. Contohnya nyatanya warung atau toko kelontong, di Jakarta sudah sulit sekali mencari toko kelontong, kalah saing dengan franchise minimarket.

Tiru-meniru ini lebih parah terjadi di dunia teknologi. Mungkin karena menirtu sebuah fitur di aplikasi itu relatif lebih mudah ketimbang meniru produk fisik.

Mungkin kalian ingat kasus lain tentang story. Awalnya snapchat merilis fitur video yang hilang setelah 24 jam. Sambutan pasar luar biasa. Lalu instagram membuatnya juga. Lalu WhatsApp, Facebook, bahkan LinkedIn juga membuat fitur serupa.

Intinya sangat sulit untuk mempertahankan keunggulan atau istilah akademisnya “competitive advantage” di dunia teknologi. Sebagian besar competitive advantage sifatnya temporary, karena bisa ditiru oleh pesaing.

Jadi kalau Anda memiliki sesuatu yang bisa memberi anda keunggulan saing yang lestari (sustainable competitive advantage), selamat! Itu hal yang istimewa di dunia teknologi.

Saya sendiri masih terus bepikir apa yang bisa menjadi sustainable competitive advantage di produk yang saya pegang. Agar bisa sustainable, mungkin fitur itu harus kompleks, atau berhubungan dengan hal lain yang unik sehingga sulit ditiru.

Bagaimana pendapat Anda? Apakah Anda punya competitive advantage yang sustainable? Bagaimana cara membuat sesuatu yang bisa memberikan sustainable competitive advantage?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan Pilihan