Loading...
Bisnis

Tips Interview: Cara Menjawab Pertanyaan Ceritakan Pengalaman Dengan Metode STAR

Di dalam interview pekerjaan, sering muncul pertanyaan seperti “Ceritakan pengalaman saat Anda saat …”. Pertanyaan semacam ini adalah pertanyaan yang bertujuan memahami perilaku Anda. Pertanyaan semacam ini cocok dijawab dengan metode storytelling atau bercerita tentang kejadian nyata yang Anda alami.

Namun tidak sedikit orang yang menjawab pertanyaan ini dengan bercerita ngalor ngidul tidak jelas arahnya sehingga membuang waktu. Padahal pewawancara menanyakan ini untuk tahu bagaimana perilaku Anda dalam menghadapi situasi tertentu, apakah menyerah atau maju terus, bagaimana cara Anda menghadapi tantangan, bagaimana cara Anda menerima kegagalan, bagaimana Anda menyikapi kesuksesan, dan lain sebagainya. Bila pewawancara bercerita ngalor ngidul berputar-putar tidak jelas, pewawancara pun akan sulit mendapatkan inti cerita.

Contoh Pertanyaan

Berikut beberapa contoh pertanyaan yang mungkin diajukan untuk menguji perilaku Anda:

  1. Ceritakan pengalaman Anda menjadi seorang pemimpin sebuah tim
  2. Apakah Anda pernah mengalami kesulitan dalam sebuah proyek?
  3. Ceritakan pengalaman Anda yang paling berkesan
  4. Apa pencapaian terbesar yang pernah ada miliki?
  5. Ceritakan saat Anda harus melakukan sesuatu dengan sumber daya terbatas
  6. Bagaimana bila Anda memiliki terlalu banyak pekerjaan dan harus memprioritaskannya?

Cara Menjawab: Metode STAR

Untuk menjawab pertanyaan semacam ini, sebaiknya dijawab dengan cara yang terstruktur. Tujuanya agar yang mewawancarai Anda bisa dengan mudah memahami apa yang Anda lakukan. Salah satu struktur yang bisa digunakan adalah STAR atau Situation, Task, Action, dan Result.

Star Interview Method
Sumber: Jon Marchione / The Balance https://www.thebalancecareers.com/what-is-the-star-interview-response-technique-2061629

Situation / Situasi

Di bagian pertama, kita perlu set konteks kejadiannya. Di bagian ini Anda bisa menceritakan kapan terjadinya, saat Anda menjabat sebagai apa, saat bekerja di mana, dan lain-lain. Hal ini agar pendengar Anda mendapatkan konteks kejadiannya agar dapat memahaminya lebih mudah dan tidak salah paham.

Selain itu jelaskan juga apa tantangan atau masalah yang Anda hadapi dan harus pecahkan.

Contohnya:

  • Ketika saya baru lulus kuliah, saya pernah magang si salah satu restoran. Saat itu pelanggan warnet sangat berkurang dikarenakan adanya pesaing yang buka di dekat restoran kami.
  • Saya pernah ditugaskan perusahaan untuk mengerjakan suatu proyek di daerah terpencil. Selain harus tinggal jauh dari kota, akses internet pun sangat terbatas.

Task / Tugas

Di bagian ini, Anda jelaskan apa tugas yang harus Anda lakukan pada situasi tersebut. Biasanya bagian ini berisi perintah atau permintaan dari tempat kerja Anda sesuai dengan peranan Anda dalam situasi tersebut.

Bisa juga Anda tambahkan apa ukuran bahwa tugas Anda itu dibilang sukses.

Contohnya:

  • Saat itu saya diminta untuk membuat strategi pemasaran untuk menarik pengunjung datang ke restoran kami.
  • Walaupun ada hambatan, saya tetap harus menyelesaikan proyek ini dengan baik dan tepat waktu.

Action / Aksi

Selanjutnya Anda jelaskan apa saja yang Anda lakukan untuk menyelesaikan tugas dan mengatasi tantangan tersebut. Di bagian ini Anda bisa menjelaskn agak panjang. Akan lebih baik bila penjelasannya bisa lebih spesifik dan menyebut teori, alat, framework, atau metode yang Anda gunakan.

Contohnya:

  • Saya pun menerapkan strategi 4P yang diajarkan di kampus. Saya memulai dengan membuat tempat kami lebih terlihat dengan memberikan lampu yang lebih terang dan papan nama restoran yang lebih jelas. Saya juga melengkapi profil restoran kami di google maps agar pengunjung lebih mudah menemukannya.
  • Saya pun menyiasati dengan menggunakan waktu pagi dan siang saya untuk lebih banyak bertemu dengan klien dan mempelajari data yang diberikan klien. Di sore hari, saya pergi ke kota untuk melakukan riset melalui internet. Selain itu saya juga mencetak beberapa referensi agar bisa saya baca keesokan harinya.
    Mendekati deadline dari proyek ini, saya belum dapat menyelesaikan proyek ini dikarenakan keterbatasan akses informasi dan diskusi dengan tim yang ada di Jakarta. Saya pun meminta untuk kembali ke Jakarta dan melanjutkan pengerjaan di Jakarta karena saya sudah mendapatkan semua data klien yang dibutuhkan.

Result / Hasil

Terakhir Anda tutup dengan hasil yang Anda capai.

Di bagian ini memang idealnya hasilnya sukses, namun bukan berarti tidak boleh memilih kasus yang hasilnya gagal. Yang terpenting dari pertanyaan ini bukan hanya hasilnya tapi juga prosesnya yang Anda jelaskan di bagian aksi.

Kadang kala hasilnya tidak seiring dengan usaha yang kita lakukan, itu tidak apa, yang penting Anda tunjukkan juga bagaimana Anda menyikapi kegagalan itu.

Akan sangat baik kalau Anda bisa menyebutkan angka pencapaian pada bagian hasil ini. Dan kalau bisa akhiri bagian ini dengan tone yang positif agar meninggalkan kesan yang baik.

Contohnya:

  • Di bulan pertama belum terlihat perkembangan jumlah pengunjung kami, namun pada bulan kedua mulai terlihat semakin banyak pengunjung yang datang. Akhirnya, pada akhir masa magang saya, penjualan restoran meningkat sebesar 25 persen.
  • Akhirnya saya dapat meyelesaikan proyek ini walaupun terlambat satu bulan dari target. Namun demikian, atasan dan klien cukup puas dengan hasilnya dan proyek ini pun berlanjut dengan proyek-proyek selanjutnya.

Contoh Jawaban

Berikutnya saya akan coba berikan contoh jawaban saya untuk pertanyaan di bawah ini:
Describe a time you suffered shortage of something that was critical for the project

(situation) When I was working as a project manager in IT consultant, we had a project to make an IT system blueprint for a client. In the beginning of the project, my system architect suddenly left the company. He is the most important team member as he is the one who do the initial interview and data gathering and would be the one responsible for the blueprint design.
(task) As the project manager, I was tasked to continue and finish the project despite losing my system architect. There was no other system architect in my company.
(action) Faced with this challenge, I first try to find a replacement for the system architect. I asked around to my colleagues and finally found a freelance architect that was willing to help. Unfortunately, the new architect only lasted for a week before he quit the job.
While looking for another architect, I try to do what I can with the remaining team, which consists of business analysts. I took the role of architect and lead the business analysts to do interviews, create mockups, write documents, and create the blueprint.
(result) Finally we were able to deliver the blueprint to the client, despite being late for more than a month. The client accepted the blueprint and the project is closed.


Demikian penjelasan singkat bagaimana cara menjawab pertanyaan interview yang membutuhkan Anda bercerita tentang pengalaman Anda dalam sebuah kasus. Metode STAR sangat berguna untuk membuat jawaban Anda lebih terstruktur dan mudah dipahami. Semoga sukses menghadapi interview Anda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan Pilihan