Blog, Project Management

Cara Mendapatkan Sertifikasi PMP (Project Management Professional)

Bukan… Maksud saya bukan sertifikasi untuk pelajaran PMP alias Pendidikan Moral Pancasila. Kalau itu sih tidak perlu sertifikasi, sudah cukup kenyang belajar PMP yang itu sejak SD sampai SMA. Maksud saya adalah sertifikasi PMP yang untuk project manager, yaitu sertifikasi Project Management Professional yang dikeluarkan oleh PMI (Project Management Institute).

KEUNTUNGAN

Keuntungan mengambil ujian dan memiliki sertifikat PMP cukup banyak, apalagi kalau Anda memang berkarir sebagai project manager.

Saat Anda persiapan, mau tidak mau Anda akan belajar lebih dalam tentang project management. Terutama teori-teori dasar yang mungkin dulunya Anda tidak tahu atau merasa tidak cocok di bidang pekerjaan Anda. Saya pribadi merasakan keuntungan ini contohnya di teori tentang risk management, di pekerjaan saya tidak pernah pakai ini, setelah PMP pun tidak saya pakai dan dokumentasikan secara penuh seperti di buku, namun minimal saya memikirkannya saat merencanakan proyek.

Keuntungan lain yang pasti adalah CV dan profil LinkedIn Anda akan lebih kece karena tertulis sertifikasi PMP. Beberapa lowongan project manager mensyaratkan pelamarnya untuk memiliki sertifikasi PMP, lowongan lain menuliskan sertifikasi PMP adalah nilai plus, kalaupun tidak diminta di lowongan, bila Anda memiliki sertifikasi PMP, interviewer Anda pasti lebih yakin akan skill project management Anda.

Bila Anda tidak sedang melamar pekerjaan, mungkin dengan memiliki sertifikasi ini Anda bisa mendapatkan promosi, kepercayaan, atau kenaikan gaji karena Anda dianggap sudah level up.

Keuntungan selanjutnya khususnya apabila Anda juga menjadi anggota PMI chapter Indonesia, Anda bisa menjalin networking dengan project manager lain. Saya sendiri hanya menjadi anggota PMI di tahun pertama dan belum merasakan manfaat networkingnya, namun saya pernah interview seseorang yang cukup aktif di chapter dan menurut dia lumayan bermanfaat.

PENDAFTARAN

Untuk mendaftar ujian sertifikasi PMP, kalian bisa langsung ke websitenya PMI di www.pmi.org.

Sebelum mendaftar, pastikan Anda sudah memenuhi syarat untuk mengambil sertifikasi ini, syaratnya seperti tertulis di website PMI adalah:

  • Ijazah kuliah 4 tahun (S1)
  • 36 bulan pengalaman memimpin proyek
  • 35 jam pelatihan manajemen proyek atau sertifikasi CAPM®

— ATAU —

  • Ijazah SMA atau diploma
  • 60 bulan pengalaman memimpin proyek
  • 35 jam pelatihan manajemen proyek atau sertifikasi CAPM®

Biaya pendaftaran sertifikasi ini ada dua macam tergantung kalian anggota PMI atau bukan, anggota PMI tentunya lebih murah. Anda juga bisa sekaligus mendaftar sertifikasi dan mendaftar anggota PMI sekaligus.

Biaya pendaftaran untuk anggota PMI sebesar $405, sedangkan non-PMI harus membayar $555. Apabila Anda ingin menjadi anggota PMI, $555 yang sudah Anda bayarkan sudah termasuk biaya anggota tahun pertama. Apabila Anda tidak mau jadi anggota, bayarnya tetap $555.

SYARAT KELULUSAN

Untuk lulus sertifikasi ini tidak pernah ada nilai minimum yang dipublikasikan, namun dari pengalaman beberapa orang, akan lulus kalau kira-kira bisa menjawab 60% pertanyaan.

Dalam penilaian hasil ujian PMP, Anda akan dinilai kompetensinya dalam setiap fase proyek. Lalu akan ada nilai kompetensi keseluruhan. Kompetensi dalam sertifikasi ini dinilai dalam ukuran Needs Improvement, Below Target, Target, dan Above Target. Saya sendiri mendapatkan nilai kurang baik di area monitoring and controlling, namun secara keseluruhan masih Above Target sehingga saya dinyatakan lulus.

PERSIAPAN UJIAN

Untuk mempersiapkan ujian sertifikasi PMP, hal yang paling penting Anda lakukan adalah latihan soal! Sangat sangat amat penting untuk latihan soal sebanyak-banyaknya di berbagai sumber, jangan hanya pakai satu buku, satu aplikasi, atau satu website, lebih banyak sumber lebih baik. Ada banyak website dan aplikasi yang bisa dipakai untuk latihan soal. Dulu aplikasi andalan saya adalah aplikasi android yang judulnya “PMP Practice Test 2018 Edition“, saya suka aplikasi ini karena selalu bank soalnya banyak, selalu ada penjelasan dari jawaban yang salah, dan secara berkala Anda akan diberikan ulang pertanyaan-pertanyaan yang masih salah, selain itu kita juga bisa mengatur lama dan jumlah soal latihan.

Apakah perlu baca PMBOK? Jawaban normatifnya: perlu. Jawaban praktikalnya: tidak usah. Sejujurnya saya pun tidak membaca PMBOK cover-to-cover, cukup bagian tertentu saja yang saya merasa kurang kuat. Saya lebih menyarankan Anda untuk membaca buku persiapan ujian seperti buku PMP Exam Prep karangan Rita Mulcahy.

Selain persiapan mandiri seperti yang saya jabarkan di atas, ada juga beberapa kursus yang ditawarkan untuk persiapan sertifikasi ini. Biasanya pada kursus semacam ini akan ada pelatih dan program belajar yang lebih terstruktur. Kalau Anda bingung mulai dari mana, mungkin bisa dimulai dengan mengikuti kursus semacam ini.

JALANNYA UJIAN

Ujian PMP berlangsung selama 4 jam, cukup lama. Selama 4 jam ini Anda diharuskan menjawab 200 soal pilihan ganda. Waktu saya melalukan ujian, ujian diberikan secara online menggunakan komputer. Selama ujian Anda boleh izin keluar untuk ke kamar kecil atau makan dan minum, namun waktu tetap berjalan.

UJIAN ULANG

Apabila ujian berjalan kurang lancar dan Anda dinyatakan belum lulus, jangan khawatir, Anda bisa mengulang ujian setelah tiga bulan. Tapi ada biaya tambahan lagi untuk ujian ulang sebesar $275 untuk anggota PMI dan $375 untuk non-anggota.

PERPANJANGAN

Sertifikat PMP berlaku selama tiga tahun dan setelahnya Anda perlu memperpanjanganya. Untuk memperpanjang masa berlaku sertifikat ada syarat point yang perlu Anda capai, selain itu Anda juga perlu membayar biaya perpanjangan sertifikat.

Point yang harus Anda kumpulkan disebut dengan PDU, untuk bisa memperpanjang, Anda perlu mengumpulkan 60 point selama 3 tahun, bukan 60 point per tahun ya, 60 point untuk 3 tahun. Anda bebas mau mengumpulkan 60 point di tahun pertama, kedua, ketiga, atau 20 point setiap tahun, terserah. PDU bisa dikumpulkan dengan melakukan klaim/laporan ke website PMI atas kegiatan yang berhubungan dengan project management yang Anda lakukan. Kegiatan yang dimaksud bisa berupa bekerja secara profesional, membaca buku, mengikuti seminar, mengikuti kursus, bersekolah, mengisi sharing session, mengajari orang, dan lain-lain.


Sekian dulu sharing kali ini tentang sertifikasi PMP, semoga cukup jelas dan bisa menginspirasi serta memotivasi Anda untuk mengambil sertiikasi ini. Kalau ada yang kurang jelas atau punya pertanyaan lain, silakan tinggalkan komentar atau kontak saya.

One thought on “Cara Mendapatkan Sertifikasi PMP (Project Management Professional)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *